Ini Lho Cara yang Dilakukan Rasulullah Saat Beraqiqah

Lewat kedua cucunya dari buah hatinya Fatimah, Hasan serta Husein, Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan terhadap umat Muslim seputar proses akikah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW menyembelih kambing (akikah) untuk Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Nabi SAW, masing-masing 1 kambing.

Dalam riwayat lain diceritakan, beliau menyembelih 2 ekor kambing. Tiap-tiap ini ditegaskan dalam sejumlah riwayat yang menyatakan, tiap-tiap buah hati laki-laki wajib diberikan sembelihan dua ekor kambing. Meski untuk buah hati perempuan satu ekor kambing. Baca pula bermacam-macam info perihal aqiqah bandung disini.

Kecuali hadis di atas, tata cara proses akikah di zaman Rasulullah SAW pun bisa dipelajari melewati sejumlah hadis. Dalil-dalil hal yang demikian di antaranya menjelaskan tentang jenis serta jumlah binatang sembelihan, waktu proses aqiqah, dan pembagian daging aqiqah.

Binatang sembelihan
Dalam masalah aqiqah, jumhur (mayoritas) fukaha (pakar fikih) beranggapan bahwa binatang yang boleh dipergunakan sebagai sembelihan hanyalah hewan yang bisa disembelih untuk kurban, yakni terdiri atas delapan tipe (empat pasang) binatang, tanpa melihat apakah jantan atau betina.

Imam Malik lebih menyukai memilih domba cocok dengan pendapatnya seputar hewan kurban. Sementara itu, fukaha lain berpegang pada prinsip bahwa unta lebih utama ketimbang sapi dan sapi lebih utama daripada domba. Perbedaan pendapat ini disebabkan oleh adanya pertentangan antara hadis-hadis tentang akikah dan kias.

Waktu pelaksanaannya
Mayoritas (jumhur) ulama berkomitmen bahwa proses aqiqah yakni hari ketujuh dari kelahiran. Tiap ini berdasarkan sabda Nabi SAW, yang artinya, "Peraturan buah hati itu tergadai dengan binatang aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, serta ia dicukur, serta diberikan nama." (HR Imam Ahmad serta Ashhabus Sunan, serta dishahihkan oleh Tirmidzi).

Pembagian daging aqiqah
Tapi daging akikah sama dengan hukum daging kurban; bagus dalam hal memakan, sedekah maupun larangan menjualbelikannya. Sebagian, berbeda dengan daging kurban, daging akikah yang hendak disedekahkan tersebut sebaiknya diberi dalam kondisi telah dimasak.

Ulama juga berpendapat, selain diberikan kepada tetangga dan fakir miskin, daging aqiqah pun bisa diberikan kepada non-Muslim. Apalagi jikalau hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya serta dalam rangka dakwah.
05.12.2018 16:40:24
marion-roesch
Name
Email
Comment
Or visit this link or this one